Diambil Dari Tulisan Pak Asep haerul Gani silahkan disimak dan mengambil action. Kisah Kisah Penyembuhan Dengan Memanfaatkan Ibadah. Sahabat FB yang budiman, silakan simak kisah dari bilik psikoterapi mengenai efek menyehatkan dari memanfaatkan Ibadah dalam proses Hypnotherapy. Kisah ini berasal dari kasus yang pernah penulis tangani. Syahrajad yang panik menjelang ujian Tesis. Terapis bertemu dengan Syahrajad, 35, psikolog, ibu 2 anak di koridor kampus. Saat itu pukul11.35. Ia terlihat dalam keadaan panic. Sambil jalan ia mengatakan bahwa saat ini ia sangat panic dan agak sukar mengendalikan perasaannya. Jam 13.00 nanti ia dijadualkan ujian . Ia meminta bantuan instant agar ia mampu mengendalikan dirinya sehingga dapat menghadapi ujian Tesis dengan nyaman. Terapis mengajaknya duduk sebentar di bangku yang ada di fakultas. Terapis mengajukan sejumlah pertanyaan penyebab ia khawatir. Syahrajad dihantui oleh bayangan bahwa sang dosen penguji sedemikian kejam akan membantainya dan ia membayangkan dirinya tak mampu berkata apa-apa sehingga ia dinyatakan tidak lulus dalam ujian Tesis. Kepada Syahrajad yang mengenakan jilbab, terapis mengatakan bahwa dalam keadaan yang mendesak seperti ini, ia mampu mengatasi masalahnya, asalkan ia bersedia melakukan apa yang disampaikan terapis. Terapis mengingatkan kembali Syahrajad, bahwa Shabar dan Shalat dapat dijadikan sebagai penolong. Saatnya Shalat dimanfaatkan untuk penolong. Terapis memberitahu bahwa Syahrajad silakan melakukan shalat yang khusyuk dan dalam keadaan khusyuk Syahrajad diminta menyadari bahwa saat itu ia sedang Mi’raj dan bertemu dengan Ilahi yang akan mengabulkan permintaan hambanya. Dalam keadaan Khusyu, Syahrajad diminta untuk berterima kasih kepada Allah, bershalawat kepada Rasulullah, dan sedang merasakan hal yang diinginkannya sedang terjadi saat ini. Syahrajad pun diingatkan pula usai Shalat agar ia berdzikir dan pada saat dzikir itu telah membuatnya nyaman, pikirannya diminta membayangkan bahwa ia sedang mengalami apa yang diinginkannya. Syahrajad kemudian berpamitan dan tergesa-gesa menuju Mushola. Esok paginya, terapis mendapatkan SMS dari Syahrajad yang mengatakan “ Terima kasih Kang, Alhamdulillah cara yang Anda ajarkan kemarin membuahkan hasil

“. Layla , sang dosen muda yang galau. Layla adalah dosen muda di program studi psikologi . Pada sesi training hypnotheraphy ia mengatakan seringkali ada dorongan yang menghambatnya dalam menjalankan tugasnya sebagai dosen. Ia pernah mencoba menjejaki akar masalahnya namun tiada kunjung ditemukan. Di satu sisi ia merasa berharga bahwa ia terpilih di antara sekian lulusan menjadi dosen di almamaternya, namun pada sisi lainnya seakan ada bagian dirinya yang Menghambatnya . Ia setuju untuk dibantu menggunakan hypnotherapy . Layla menyatakan ia mempunyai pengalaman yang sangat menyenangkan dan menenangkan saat ia berwudhu. Terapis mempersilakan Layla memulai dengan basmalah dan berdoa kepada Allah untuk membangkitkan penyembuhan dalam dirinya. Terapis mempersilakan Layla menemukan kembali perasaan saat ia sedang berwudhu dan mendapatkan kenyamanan , ketenangan saat ia berwudhu. Saat tanda-tanda trance sudah muncul pada diri Layla, terapis mempersilakan Layla untuk melihat, mendengar dan merasakan dirinya saat ini. Terapis lalu mempersilakan Layla berkunjung ke masa depan dan memintanya untuk melihat, mendengar dan merasakan keadaan yang diinginkannya, dan memandangnya hal itu terjadi saat ini. Terapis lalu meminta Layla untuk kembali ke tahun-tahun sebelumnya. Di setiap tahun terapis meminta Layla mengambil hal terbaik, sikap terbaik, keterampilan terbaik yang dimilikinya pada tahun tersebut dan menyadarinya sebagai tools yang kelak dapat digunakan. Dalam keadaan pencarian ini Layla sampai kepada pengalaman saat ia menimba ilmu di sebuah pesantren, dan ia menjadi juara pidato, senang berdiskusi, pandai membuat cerita, mampu membuat pendengar terpukau dan perasaannya penuh semangat dan gairah. Layla kemudian diminta untuk berterima kasih kepada Allah atas segala pengalaman-pengalaman terbaik yang dimilikinya dan atas kebenaran bahwa Ia mampu mengatasi apapun hambatan dalam kehidupannya. Terapis mempesilakan Layla kembali kepada keadaan saat ini, kemudian beranjak ke keadaan yang diinginkannya dan membuat proses di antara keadaan tersebut dengan tindakan-tindakan yang memanfaatkan keterampilan, pegetahuan , sikap terbaik dari masa lalu. Terapis mempersilakan Layla melihat, mendengar dan merasakan dirinya sedang melakukan tindakan tertentu untuk menjadi dirinya pada keadaan yang diinginkannya. Terapis mempersilakan Layla berlatih dalam kesadarannya hingga latihan tersebut sedemikian sempurna, utuh gambarnya , otomatis dan menggerakkan . Layla memberi tanda bahwa latihannya sudah cukup. Terapis memintanya membayangkan dirinya dengan keterampilan baru hadir pada saat ini dan bertindak dalam peran barunya sebagai dosen yang diinginkannya. Usai terapi, Layla mengatakan bahwa ganjalan-ganjalan yang dirasakannya sudah hilang dan ia mendapatkan insight bahwa ia sebenarnya mampu menjalankan peran sebagai dosen muda yang keatif, riang, penuh semangat karena saat di pesantren dulu ia telah menunjukkannya. CATATAN : • Naskah hasil penelitian ini disampaikan di Kongres Asosiasi Psikologi Islami 2, Universitas Islam Sultan Agung, 4 Agustus 2007