Maah ku bangga padamu, hingga menjelang wafatmu pun kau pun masih mau belajar, ku bangga padamu maah kau pembelajar sejati, ku banyak belajar darimu, kemanapun kau pergi selalu mendapatkan ilmu dari luar, dan kau pun memberikan arti kepada orang yang kau temui, ku bangga padamu maah, kau hebat, kau tak pernah meninggal shalat mu, kau tak pernah berkata kasar pada suamimu, kau wanita yang luar biasa, dan menghasilkan keturunan yang luar biasa, maah anakmu yang paling kecil sekarang ini tinggal menunggu wisuda maah, dan yang lainnya sudah tentu pada lulus semua dari tempat kuliahnya masing-masing. Cucumu sudah 6 maah, dan sudah 1 orang menemui maaah. Janji anak-anakmu sudah terpenuhi, semua anakmu menggunakan toga di tempat kuliahnya dan aku segera mengenakannya, semua karena pembelajaran dari mu maah, kau manusia yang luar biasa, kau tak pernah malu untuk bertanya ketika kau memang tak faham, dan itulah yang ku praktekan dalam hidupku, kau tak pernah mencari nilai, tapi mencari sebuah pemahaman dalam kehidupanmu. Maah anakmu sebentar lagi akan masuk jenjang keilmuan yang lebih tinggi, Aji mendaftarkan diri Aji sebagai mahasiswa psikologi profesi klinis di UI, semoga Allah memberikan apa yang aku harapkan, ku bahagia sebagai seorang pembelajar, dan sekitarku adalah orang yang pembelajar, aku bangga dengan dosen-dosenku sama seperti mu, meluangkan waktunya untuk belajar, membaca, dan berlatih. Ku ingat sekali maah pesan-pesan yang kau utarakan selama kau masih hidup kau hanya berpesan tiga hal kepadaku, jii belajar… jii shalat… ayo berdo’a dulu sebelum melakukannya…. Itulah tiga pesan yang melekat dalam kehidupanku sekarang ini.