Berdo’a itu sebenarnya tidak hanya penghantar permintaan pada Allah saja , di dalam do’a terdapat psikoterapi yang amat dahsyat, karena di dalam do’a kita, kita mengakui diri seluruhnya, mulai dari awal kisah yang tidak mengenakan, sampai dengan apa yang kita butuhkan kedepannya, apapun kita ceritakan pada Allah Maha Penyembuh,  disaat kita mengakui apa yang kita rasakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita butuhkan disana terjadilah psikoterapi yang amat dahsyat yang bisa menyembuhkan diri kita karena apa yang ada di dalam unconciuss (bawah sadar) semua mengalir ke permukaan berupa tangisan, teriakan, bahkan penyesalan keluar dari mulut kita. Kemudian tak lupa kita membuat sebuah komitmen yang penuh keyakinan dan semangat disinilah mengalir energi pada diri kita untuk melakukan sesuatu yang amat sulit bagi bahkan hampir tidak mungkin untuk melakukannya. Komitmen inilah yang  menjadikan sebuah solusi yang dapat memperbaiki diri kita untuk kedepannya, kemudian tinggal kita mau mengaplikasikan komitmen yang sudah kita buat dengan Allah, dan bagi yang mau mengaplikasikan apa yang ada dihatinya maka kehidupan dalam diri kita pun berubah, ketika kita hanya meratapi nasib diri kita dalam do’a tanpa mengaplikasikan komitmen diri kita pada Allah yang terjadi hanyalah rasa sakit hati yang bertambah pada diri kita karena kita mengulangi kisah yang ada di dalam pikiran kita tentang kejadian yang tidak mengenakan lebih jelas lagi dan lebih ingat sampai hal-hal yang terkecil. Kemudian kita meratapi kesulitan yang dihadapi yang cenderung menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Allah yang memberikan ujian pada diri kita, padahal Allah sudah memberikan kemampuan berfikir dan melakukan apa yang kita fikirkan. Jujur pada Allah tentang perasaan, tingkah laku yang salah kemudian berkomitmenlah pada Allah sesuatu yang baik maka kau akan sembuh dan keluar dari masalahmu.

 

Rahmat Budhiaji

Jum’at 10 Agustus 2012