Memaafkan bukanlah berjabat tangan, memaafkan bukanlah perkataan “saya sudah memaafkan kamu”, memaafkan berbeda dengan mengikhlaskan, memaafkan berbeda dengan mengampuni, mengampuni adalah membebaskan seseorang dari hukuman, memaafkan adalah sebuah perasaan netral dalam diri individu terhadap orang yang membuat kesalahan pada dirinya. Ketika seseorang tidak bisa memaafkan, maka orang itu membawa rasa sakit hatinya setiap saat dan membantu orang yang berbuat salah untuk menyakiti diri kita, mungkin dari diri kita sulit untuk memaafkan orang lain, memaafkan bukanlah untuk orang lain, memaafkan adalah untuk diri sendiri, melepaskan rasa sakit hati yang ada dalam diri kita untuk mencapai kebahagiaan dan menatap masa depan yang lebih optimis.

Cara agar kita bisa memaafkan, yang pertama adalah kita bertemu langsung pada orang yang berbuat salah pada diri kita, kemudian kita mengatakan apa yang kita inginkan darinya, di dalam ilmu psikologi ini disebut sikap asertif.

Yang kedua dengan cara kita memvisualisasikan orang yang berbuat salah ada di depan diri kita kemudian kita katakana apa yang ingin kita katakan yang selama ini terpendam dalam diri kita, setelah itu kita hadirkan sifat pemaaf dalam diri kita untuk menasehati diri kita untuk memaafkannya.

Kemudian yang ketiga adalah kita berdo’a pada Allah kemudian kita keluhkan apa yang kita terima dari orang yang berbuat salah, kita ucapkan apa yang kita inginkan terhadap orang yang berbuat salah, kemudian kita minta sama Allah untuk menghadirkan sifat pemaaf, ikhlas, dan sabar dalam diri kita. Yang terakhir jadilah diri kita sebagai seorang pemaaf dan menasehati si dendam, dan sifat negative buruk lainnya.

Jika masih belum bisa juga silahkan hubungi 02195280490 (Rahmat Budhiaji)