Pada pagi hari aku masuk ke dalam bangsal seperti biasa untuk melakukan konsultasi dengan client, saat masuk ke dalam bangsal saya melihat pada bangku yang paling depan seorang client teriak-teriak, dan saya tidak faham apa yang dikatakannya. Saya kunjungi client itu, yang ku dapat adalah lemparan piring darinya, dan cacian pada diriku yang aku tak faham apa yang dimaksudkannya, kurang lebih caciannya seperti ini,

Client : EEH Aiip, KEMANA SAJA KAMU?

KAMU, KOK NINGGALIN SAYA.

…… (panjang lebar daah, dan saya tidak faham bahasanya)

(client kemudian menangis)

Aku : (saya biarkan beberapa saat, saya hanya memandanginya)

: bu Ina, iyaa saya Aiip, kita ngobrolnya pelan-pelan saja yaaah

Client : AIIP, KEMANA KAMU?

Aku : ssssttttt jangan teriak-teriak yaah, pelan-pelan saja, Aiip denger kok, apa yang ibu bilang.

Sekarang ibu maunya gimana?

Client : Aeeep sayang, ina kesepian disini.

Aku : oooh ibu kesepian, kan sekarang ada Aiip disini.

Client : JANGAN DI TINGGAL LAGI YAA…

Aku : sssstttt… ibuu kita ngobrolnya pelan-pelan saja yaa… nanti pada denger loh.

Ngga boleh teriak-teriak.

Client : ssssttttt…. Ngga boleh teyiak-teyiak lagi yaaah…. (client menyamakan suaraku yang cadel)

Aku : iya ngga boleh teriak-teriak lagi yaaah, kalau mau ngobrol ibu yang tenang yaaah

Client : ibu capee aeep, suara ibu habis sekarang.

Aku : nah kan suaranya ibu habis, sekarang nurut yaah sama saya

Client : iyaaa Aiip sayang, tapi pengen megang tangan aeep…

Aku : hayooo ibu kan udah haji, emang boleh megang tangan yang belum muhrim

Client : ngga boleh yaaa Aiip

Aku : iya ibu, mulai sekarang ibu yang tenang yaaah. Coba ibu senderan ke bangku.

Client : (si client senderan ke bangku)

Aku : coba ibu tarik nafas tenangkan diri sambil istighfar, astaghfirullah

Client : mengikuti

Aku : Terus isitighfar, sambil istighfar tenangkan diri ibu….

Client : (client mengikuti, dan mulai terlihat tenang)

Aku : Sambil beristighfar, dan ketika ibu mendengar bunyi ssssttt maka ibu langsung tenang

ketika ibu mendengar bunyi ssssttt maka ibu langsung tenang

ketika ibu mendengar bunyi ssssttt maka ibu langsung tenang, dan

Jika ibu faham perkataan Aiip tolong anggukan kepalanya.

Client : (menganggukan kepalanya, dan pada hari itu si ibu tenang)

Hari esoknya si client ini teriak2 kembali dan saya hanya mengatakan “ssstttt” maka si client ini pun tenang tenang, dan saya baru tahu bahwa Aiip adalah kekasih dari si client ini.

Nama dalam tulisan ini adalah nama samaran.

DIsini saya hanya menggunakan beliefs dari client bahwa Aiip adalah kekasih dari client, dan mau mengikuti kata-kata Aiip, maka saya berubah menjadi tokoh si Aiip untuk menangkan si client, dan memberikan sugesti agar dirinya tenang. Dan untuk selanjutnya saya berikan sugesti istighfar ketika client merasa gelisah.

By : Rahmat Budhiaji