Ku melihat di depan rumahku terdapat orang menderita stroke dengan meyakini bahwa dirinya mengalami kelumpuhan sebelah kiri yang kemudian tak dapat di gerakkan dan meyakini pula bahwa otaknya sebelah kanannya rusak dan tak dapat disembuhkan inilah yang diyakininya, dan terjadilah percakapan antara saya dengan dia: Aku : Apa yang dirasakan bu ? Dia : tangan sebelah kiri dan kaki sebelah kiri tak dapat digerakkan. Aku : apa lagi ? Dia : kata dokter otak sebelah kanan saya mengalami gangguan yang berdampak kelumpuhan sebelah kiri. Aku : oh, maaf saya ulangi, tangan dan kaki kiri ibu tidak bisa digerakkan atau lumpuh, kemudian otak sebelah kanan ibu mengalami kerusakan. Terus bagaimana dengan otak sebelah kiri ibu? Masih berfungsi dengan baik, atau sudah rusak. Dia : masih baik. Aku : apa yang ibu harapkan dalam sesi ini ? Dia : saya mengharapkan bisa berjalan kembali pada hari ini dan seterusnya. Aku : baik, saya membuat ibu mulai hari ini berjalan kembali dengan izin Allah tentunya yaa bu… tentunya ibu memiliki kisah yang paling membahagiakan yaa bu? Dan yang membuat ibu sangat bangga dan percaya diri? Dia : pas waktu saya… Aku : ok. Ngga perlu di ceritakan. Umur berapa ibu merasa sangat sehat, dan mampu melakukan semuanya sendirian bahkan ibu sangat kuat pada saat itu. Dia : 23 tahun. Aku : Sekarang ibu duduk rileks saja, santai… dan ambil nafas santai saja. Dia : (mengikuti instruksi saya) Aku : Silahkan kalau sudah rileks pejamkan matanya. Dia : (menutup mata) Aku : silahkan badannya bertambah rileks, dan bayangkan hal yang membahagiakan. Dia : (tanda-tanda trance dalam terlihat) Aku : jika faham dengan instruksi saya mohon anggukan kepala, jika tidak faham tolong gelengkan kepalanya. Jika faham dengan kata-kata ini silahkan ibu anggukan kepalanya. Dia : (menganggukan kepala) Aku : terima kasih ibu X sudah faham tentang instruksi saya, silahkan ibu membayangkan otak bagian kanan ibu yang rusak, saya meminta hanya membayangkan saja, cukup membayangkan saja bentuk dan warna otak ibu yang rusak. Jika faham tolong anggukan kepalanya. Dia : (menganggukan kepala) Aku : sekarang ibu sudah membayangkan bentuk dari otak kanan ibu yang rusak yang berfungsi untuk menggerakkan bagian tubuh sebelah kiri ibu. Sekarang silahkan ibu bayangkan fungsi otak sebelah kanan ibu berpindah ke sebelah kiri. Jika faham anggukan kepalanya. Dia : (menganggukan kepala) Aku : baik sekarang seluruh fungsi otak kiri ibu, mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Karena otak sebelah kiri ibu berfungsi dengan baik maka tangan sebelah kiri dan kaki sebelah kiri ibu sekarang kembali dapat digerakan. Dan sekarang saya minta tangan kiri ibu naik keatas secara perlahan-lahan. Perlahan-lahan saja, tidak perlu dipaksakan, secara bertahap tangan kiri ibu naik ke atas Dia : (tangan kiri terangkat keatas perlahan-lahan) Aku : saya sudah melihat tangan kiri ibu terangkat perlahan-lahan dan sekarang tangan dan kaki kiri ibu kembali pulih dan dapat digerakkan kembali. Sekarang saya minta ibu untuk kembali ke masa muda ibu lebih tepatnya 23 tahun, dan sekarang saya bantu yaa buu. Ibu sekarang berumur 56 tahun dan saya turunkan umur ibu menjadi 55 tahun, saya turunkan kembali 54, 53, …. Dan sekarang ibu kembali berumur 23 tahun, dan ibu sekarang bayangkan ibu sedang berumur 23 tahun dan melakukan pekerjaan secara mandiri, cukup hanya membayangkan, jika faham tolong anggukan kepalanya. Dia : (menganggukan kepala) Aku : makasih ibu sudah faham dan mengikuti instruksi saya, tetap bayangkan saja. Dan sekarang tangan kanannya tolong letakkan di otak sebelah kiri ibu. Dan katakan “terima kasih yaa Allah engkau telah menyembuhkan otakku kemudian mengembalikan kemampuanya ke umurku 23 tahun dan sekarang otakku kembali normal”. Tolong ucapkan sebanyak 33 kali ibu. Dia : “terima kasih yaa Allah engkau telah menyembuhkan otakku kemudian mengembalikan kemampuanya ke umurku 23 tahun dan sekarang otakku kembali normal”. (mengulanginya sampai 33 kali) Aku : sekarang ibu berterima kasih sama Allah kembali yang memberikan kesembuhan pada sesi terapi ini dan lakukanlah do’a apa yang ibu minta sama Allah kemudian ucapkanlah Alhamdulillah dan buka matanya. Dia : (Terdiam sesaat)… Alhamdulillah Aku : mau mencoba berdiri ibu. Dia : ( berdiri dan berjalan sekitar 100 meter. Kemudian kembali duduk. Ketika berjalan tanpa memegang alat apapun atau dituntun ) Aku : tetap melakukan pengobatan dan terapi lainnya yaa bu, sekarang ibu dapat berjalan, dan coba latih setiap harinya yaa buu dengan intensitas tidak dipaksakan dan sesuai ketentuan dokter dan terapis lainnya By : Rahmat Budhiaji