Ini hanya tulisan iseng di waktu malam, akibat minum kopi yang kebanyakan hhe, ku kali ini sekedar sharing saja, dan tulisan ini tidak bisa sebagai panduan bagi para pembacanya atau yang mendengarkan dari orang yang telah membaca tulisan saya ini. Saya kali ini ingin membahas tentang masokis tentu saja dalam sudut pandang saya pribadi looh, masokis biasanya di kaitkan dengan gangguan seksual, yaitu seseorang yang mendapatkan rangsangan dengan cara menyakiti dirinya atau dirinya disakiti orang lain. Masokis kata mba Dini kawan saya, disebabkan karena pola asuh yang salah yaitu sering dipukul anaknya menggunakan benda, atau orang tersebut adalah seorang pengguna narkoba.

 

Ini hanya menurut saya lagi-lagi tidak bisa jadi bahan rujukan yaaa… hanya bahan bacaan yang renyah saja. Kalau boleh saya artikan bahasa kasarnya adalah ia sangat senang jika disakiti oleh orang lain atau dia menyakiti dirinya sendiri. Dan inilah yang dialami pada zaman sekarang ini, seseorang akan senang sekali dengan rasa sakit di dalam dirinya bahkan yang terjadi adalah seseorang dengan bangga ketika dirinya disakiti oleh orang lain. Tindakannya adalah menceritakan rasa sakitnya kepada orang lain tanpa merubah sikap agar dirinya keluar dari rasa sakit. Lihatlah status di FB orang lain atau di FBmu sendiri berapa banyak status yang menceritakan bahwa dirinya sedang disakiti akibat orang lain dalam bahasa kasarnya adalah galau, atau menceritakan dirinya sedang jatuh cinta yang tak berani mengungkapkan kepada orang lain, dan sangat betah dengan keadaan sakitnya. Semakin disakiti maka semakin seru/asyik, kita bercerita kepada orang lain, dan orang lain pun akan semakin asyik mendengarkan ceritanya. Maka terjadilah sebuah kebanggaan dalam diri orang yang sedang sakit karena dirinya sedang disakiti orang lain. Tidak sampai disitu saja.

Dalam beberapa kasus seseorang tidak hanya bangga dalam dirinya karena disakiti oleh orang lain bahkan ada yang menyakiti lebih pada dirinya dengan cara mentato nama dari orang yang menyakitinya, tanda bukti bahwa dirinya sudah sangat disakiti oleh orang lain, bahkan dirinya rela untuk disilet-silet dengan tangannya sendiri, sebagai tanda bukti bahwa saya sangat nyaman ketika saya merasakan sakit.

 

Hmmmpthhhhh…………..

 

Mungkin kita bertanya-tanya kenapa sih ada orang kok sangat nyaman atau bangga ketika disakiti orang lain, bahkan sangat senang menyakiti diri sendiri seperti mentato, menyilet, atau menusuknya dengan jarum pada diri sendiri.

Tubuh kita hanya dapat merasakan satu hal saja misalnya rasa senang saja, rasa sedih saja, rasa bangga saja, rasa marah saja, rasa takut saja, rasa sakit saja, dan rasa yang paling kuatlah yang paling kita rasakan. Kenapa dikerokin terasa lebih nyaman tubuhnya, karena rasa yang paling kuat adalah rasa sakit yang tertuju pada kulit yang sedang luka bekas kerokan, kita lupa terhadap penyakit lain yang ada di dalam tubuh kita, begitu juga ketika kita mempertahankan rasa sakit yang ada di dalam diri kita, semakin sakit diri kita, maka kita akan semakin lupa dengan masalah yang sebenarnya terjadi, yang kita pikirkan hanyalah rasa sakit kita saja. Semakin sakit maka orang lain semakin memperhatikan kita, ketika sakit kita mendapatkan simpati yang luar biasa dari orang lain. Semakin asyiklah dengan rasa sakit itu, dan berusaha untuk mempertahankannya. Wahai kawanku sesungguhnya masalah tak mau pergi dari diri kamu karena kamu masih memeliharanya dalam diri kamu, karena kamu sangat cinta dengan masalahmu, kamu tak rela masalah itu pergi dari diri kamu. Jika kamu ingin menyelesaikan masalah kamu, ikhlaskan masalah kamu pergi. Maafkanlah orang yang telah menyakitimu, yakinkan pada diri kamu bahwa dengan melepaskan masalah kamu dan memaafkan orang lain yang telah menyakitimu akan timbul pelangi yang indah dalam diri kamu, dan optimislah pada masa depanmu yang indah ketika kamu mengikhlaskan apa yang telah terjadi pada dirimu.

 

 

salam penulis 02195280490