https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_ebCzlfn_ntQ/TVCVjWcZT8I/AAAAAAAAAAk/bX51TTogepc/s1600/akhwat_berjilbab_hijau_by_akings.jpg

Beberapa orang wanita berkeluh kesah padaku, tentang umurnya yang memasuki masa mencari pendamping, bahkan mereka ada yang menyatakan sudah lewat umurnya untuk menikah. Aku hanya bisa memberikan 2 buah cerita kepada mereka. Cerita itu adalah

Cerita pertama
Ada perlombaan di suatu negri yang begitu unik, perlombaannya adalah memetik bunga yang terindah dan terbaik, di arena perlombaan (taman bunga) terdapat bunga-bunga yang indah-indah dan sangat luas area perlombaannya, tapi aturan mainnya adalah hanya boleh memetik satu bunga dan satu kali jalan dan tidak boleh kembali lagi, ketika anda merasa bunga itulah yang paling baik bagi anda maka petiklah bunga itu karena anda tidak boleh kembali lagi, apakah anda sudah mengerti? Dan para peserta menjawab mereka semua sudah mengerti aturan mainnya.

Satu persatu mereka memulai perlombaan, tapi saat mereka keluar dari kebun tersebut tak satu pun dari mereka yang membawa bunga, dan para peserta pun mulai bertanya-tanya kenapa tidak ada satu peserta pun yang memetik bunga? Dan satu peserta menerangkan kepada para penonton pada saat saya berada di dalam taman bunga tersebut saya terkagum-kagum dengan indahnya bunga yang ada di taman itu, saya melihat satu-persatu bunga yang ada di taman itu, tapi saya tidak memetiknya karena saya yakin bahwa di depan sana nanti saya berharap bahwa ada bunga yang sangat indah disana, maka saya tidak memetiknya saat itu, dan kemudian saya terus maju ke depan dengan penuh keyakinan . dan tak terasa sudah hampir di akhir garis finis, ketika saya hampir di garis finis saya baru tersadar dan penyesalan bahwa ada satu bunga yang sangat indah di belakang sana dan saya tidak memetiknya ketika berada disana, karena saya yakin bahwa ada yang lebih baik dari bunga itu, tapi ternyata bunga itulah yang paling baik, dan saya pun merasa ragu untuk mengambil bunga yang ada di dekat garis finis karena tak seindah bunga yang ada di awal tadi dan saya merasa bahwa saya percuma saya mengambil bunga yang terakhir, bahwa pasti para peserta yang lainnya mengambil bunga yang berada di awal tadi, dan saya pun akan kalah jika saya mengambil bunga yang ada di dekat garis finis, ternyata saya baru tahu bahwa ternyata pikiran saya sama dengan para peserta lainnya bahwa ada bunga yang sangat indah di depan sana dan mereka pun tidak mengambil bunga apapun dari taman tersebut.
Ada ribuan kesempatan di dalam hidup kita, tapi kita selalu berharap bahwa ada kesempatan yang lebih baik di depan sana, dan akhirnya kita tidak mengambi l ribuan kesempatan yang berada di awal karena berharap akan ada kesempatan yang lebih baik di depan sana, dan ternyata kesempatan yang diberikan kedua belum tentu lebih baik dari yang berada di awal, dan baru tersadar ketika sudah di akhir, bahwa kita belum mengambil apapun dari kesempatan yang diberikan olehNya. Dan merasa yang berada di awal lebih baik dari pada yang berada di akhir, dan akhirnya pun kita tidak memilih kesempatan itu, karena merasa tidak yakin bahwa kesempatan itu akan menghantarkan kita pada kesuksesan.

Pesan dari ayahanda kepada anaknya

kau tak perlu tahu apakah dia yang terbaik untukmu, kau tak perlu tahu apakah dia yang terindah untukmu, kau tak perlu tahu apakah dia seperti yang kau pikirkan, kau tak perlu tahu siapa dirinya, kau tak perlu tahu apakah di depan sana ada yang lebih baik darinya, kau tak perlu tahu apakah dia paling cantik, kau tak perlu tahu bagaiman detail kepribadiannya, kau tak perlu tahu seperti apa pekerjaannya, kau tak perlu tahu apakah dia kaya, yang kau perlu tahu apakah dia memiliki agama yang baik. dan itu jauh lebih dari cukup. Jika kau memilihnya karena agamanya niscaya engkau dicukupkan olehNya.

Cerita kedua
Ada seorang laki – laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan – bulan musim penghujan sudahdimulai.Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintikmaupun hujan lebat.Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujanturun deras agak berkepanjangan, permukaan sungai semakinlama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa.

Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang – orang sudahbanyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalaupermukaan air semakin tinggi.Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi,lelaki tersebut tampak tenang tinggal di rumah. Akhirnyadatanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelakitersebut.“Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakintinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut.Si lelaki menjawab: “Tidak, terima kasih, anda terus sajamenolong yang lain. Saya pasti akan diselamatkan Tuhan. Sayaini kan sangat rajin berdoa.”Setelah beberapa kali membujuk tidak berhasil, akhirnya truktersebut melanjutkan perjalanan untuk menolong yang lain.Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5meter. Lelaki tersebut masih di rumah, duduk di atas almari.

Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet danberhenti di depan rumah lelaki tersebut.“Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadaan semakin tidakterkendali. Kemungkinan air akan semakin meninggi.Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata: “ Terima kasih, tidak usahmenolong saya, saya orang yang beriman, saya yakin Tuhan akanselamatkan saya dari keadaan ini.Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawalelaki tersebut.

Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyatan.Ketinggian air sudah sedemikian tinggi sehingga air sudahhampir menenggelamkan rumah-rumah disitu. Lelaki itunampak di atas wuwungan rumahnya sambil terus berdoa.Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regupenolong melihat ada seorang laki-laki duduk di wuwunganrumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atasterdengar suara dari megaphone: “ Pak, cepat pegang tali itudan naiklah kesini. “, tetapi lagi-lagi laki-laki tersebut menjawabdengan berteriak: “Terima kasih, tapi anda tidak usah menolongsaya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pastiakan menyelamatkan saya”.Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnyaseluruh rumah di daerah tersebut sudah terendam seluruhnya.

Bagaimana nasib lelaki tersebut?Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam.Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulaiberbicara bernada protes: “Ya Tuhan, aku selalu berdoa padamu,selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkandari banjir itu?”Tuhan menjawab dengan singkat: “Aku selalu mendengar doa-doamu,untuk itulah aku telah mengirimkan truk, kemudianperahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi kenapa kamutidak ikut salah satupun?……………

Sebuah cerita menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita,kita bekerja dan selalu melakukan doa kepada Allah s.w.t. DanAllah sudah sering mengirimkan “truk”, “perahu”, dan “pesawat”kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya

Evaluasi diri wahai sahabatku… jodoh bagaikan rizki yang perlu trik, usaha, dan tawakal untuk mendapatkannya.

Teruntuk wanita, yang akan menjadikan aku sebagai suami yang setia dalam
mengarungi bahtera pernikahan yang dilingkupi kebahagiaan dan diselingi dengan
penderitaan. Akhirat tujuan kekal kita, wahai yang akan mendampingiku dengan setia.
Aku tak tahu siapa dirimu dan aku tak tahu dimana engkau berada. Tapi aku yakin engkau
pasti ada. Hanya untukku. Yaa Allah, bimbing aku agar bisa menumakan bidadari
pendampingku.