Arul Tkci 06 September jam 8:14
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات

1. Tidak terobsesi untuk memilikinya

Orang yang mencintai seseorang karena Allah maka dia tidak akan terobsesi untuk menjadikan orang yang dicintainya menjadi miliknya. Kenapa bisa begitu? ya karena kalau dia cinta karena Allah, dia tahu dengan pasti bahwa makhluk ciptaan Allah adalah milik Allah sepenuhnya.

Jadi ya dilihat dulu deh yang pada pacaran😀 trus bilangnya cinta ma Allah, kalau emang bener-bener cinta ya gak usah terobsesi untuk memiliki gitu dong…. ya gak?. Kalau seseorang terobsesi untuk memiliki orang yang dicintainya maka kemungkinan itu adalah cinta karena nafsu, jadi hati-hati mengungkapkan perasaan cinta kalian pada seseorang dengan nama cinta karena Allah.

Tidak terobsesi juga berarti bahwa kalian siap untuk kehilangan orang yang kalian cintai itu, kalau kalian sangat takut kehilangan seseorang (sekalipun orangtua) sampai kalian berasa gak akan bisa bertahan hidup karenanya maka mungkin aja cinta kalian belum karena Allah.

2. Tidak berharap menerima balasan

Seseorang yang mencintai seseorang karena Allah maka dia tidak mengharapkan balasan apapun dari orang yang dicintainya. Kalau seandainya kalian merasa sudah mencintai teman kalian karena Allah, coba dilihat lagi apa kalian sudah ikhlas dengan kebaikan yang kalian lakukan padanya atau belum?

Kalau kita masih berharap dan merasa suatu saat bisa menuntut kebaikan yang sudah kalian berikan ke teman kalian, maka mungkin saja kalian belum mencintainya karena Allah. Jadi kita harus belajar untuk tidak sakit hati kalau seandainya teman kita yang sering kita bantu pada suatu saat nanti tidak bisa membantu kita, mungkin itu adalah ujian untuk menguji apakah kita benar-benar mencintainya karena Alah atau hanya karena mengharap balasan.

3. Selalu mengharap kebaikan untuknya

Ingat cerita Rasulullah yang selalu di caci maki sama seorang kafir quraisy tiap hari?, tapi justru beliaulah yang pertama kali datang menjenguk orang tersebut saat sakit. Atau gak usah jauh-jauh deh, apa kita sendiri pernah mendoa’akan kebaikan untuk orang yang sudah menyakiti kita? (mendo’akan secar tulus tentunya). Pasti sulit kan? Tapi kalau kita bisa melakukan itu, selalu mengharapkan yang terbaik untuk saudara-saudara kita (dengan apapun keburukan dan kebaikan yang pernah mereka lakukan) maka mungkin kita sudah termasuk orang yang mencintai seseorang karena Allah.

Susah untuk dilogika memang, bagaimana mungkin seseorang yang tidak saling kenal tapi karena mereka satu aqidah maka diibaratkan satu tubuh. Kesulitan orang tersebut jadi kesulitan kita juga, kebahagiannya jadi kebahagiaan kita juga. Tapi begitulah indahnya islam, sebuah ikatan aqidah yang menyatukan kita dalam ukhuwah islamiah. Bahkan ikatan aqidah itu lebih kuat daripada ikatan darah.

Nah jika kalian merasa sudah memenuhi 3 kriteria diatas, jangan tunggu lama-lama lagi untuk mengungkapkannya. Kenapa? jadi begini ceritanya : Waktu itu Rasulullah sedang bersama dengan sahabatnya, kemudian ada seorang sahabat lain yang lewat didepan mereka. Sahabat yang tadi duduk dengan Rasulullah mengatakan bahwa “Ya Rasul, aku mencintai orang tadi karena Allah”, kemudian Rasulullah berkata “Kalau memang benar maka temuilah ia sekarang dan katakan bahwa engkau mencintainya karena Allah”.

So mengungkapkan rasa cinta kita itu memang perlu, tapi yang harus digaris bawahi bahwa perasaan tersebut hendaknya kita katakan untuk muhrim kita saja. Jadi jangan bawa-bawa nama Allah kalau mau nembak cewek ato cowok buat pacaran ya?! Awas nie!!!

Kami Selaku Admin Forum *Muslim Dan Muslimah Sejati* minta maaf apabila terdapat kekurangan/kesalahan dalam penulisan ini, karena dangkalnya pengetahuan dalam mendalami Islam sebagai agama yang dicintai. Semua hanya berpulang kepada niat baik dan didasari hati yang ikhlas, tulus, serta niat ingin berbagi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga Bermanfaat.
Amiin…Ya Robbal Alamiin

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات