Ada perlombaan di suatu negri yang begitu unik, perlombaannya adalah memetik bunga yang terindah dan terbaik, di arena perlombaan (taman bunga) terdapat bunga-bunga yang indah-indah dan sangat luas area perlombaannya, tapi aturan mainnya adalah hanya boleh memetik satu bunga dan satu kali jalan dan tidak boleh kembali lagi, ketika anda merasa bunga itulah yang paling baik bagi anda maka petiklah bunga itu karena anda tidak boleh kembali lagi, apakah anda sudah mengerti? Dan para peserta menjawab mereka semua sudah mengerti aturan mainnya.

Satu persatu mereka memulai perlombaan, tapi saat mereka keluar dari kebun tersebut tak satu pun dari mereka yang membawa bunga, dan para peserta pun mulai bertanya-tanya kenapa tidak ada satu peserta pun yang memetik bunga? Dan satu peserta menerangkan kepada para penonton pada saat saya berada di dalam taman bunga tersebut saya terkagum-kagum dengan indahnya bunga yang ada di taman itu, saya melihat satu-persatu bunga yang ada di taman itu, tapi saya tidak memetiknya karena saya yakin bahwa di depan sana nanti saya berharap bahwa ada bunga yang sangat indah disana, maka saya tidak memetiknya saat itu, dan kemudian saya terus maju ke depan dengan penuh keyakinan . dan tak terasa sudah hampir di akhir garis finis, ketika saya hampir di garis finis saya baru tersadar dan penyesalan bahwa ada satu bunga yang sangat indah di belakang sana dan saya tidak memetiknya ketika berada disana, karena saya yakin bahwa ada yang lebih baik dari bunga itu, tapi ternyata bunga itulah yang paling baik, dan saya pun merasa ragu untuk mengambil bunga yang ada di dekat garis finis karena tak seindah bunga yang ada di awal tadi dan saya merasa bahwa saya percuma saya mengambil bunga yang terakhir, bahwa pasti para peserta yang lainnya mengambil bunga yang berada di awal tadi, dan saya pun akan kalah jika saya mengambil bunga yang ada di dekat garis finis, ternyata saya baru tahu bahwa ternyata pikiran saya sama dengan para peserta lainnya bahwa ada bunga yang sangat indah di depan sana dan mereka pun tidak mengambil bunga apapun dari taman tersebut.
Ada ribuan kesempatan di dalam hidup kita, tapi kita selalu berharap bahwa ada kesempatan yang lebih baik di depan sana, dan akhirnya kita tidak mengambi l ribuan kesempatan yang berada di awal karena berharap akan ada kesempatan yang lebih baik di depan sana, dan ternyata kesempatan yang diberikan kedua belum tentu lebih baik dari yang berada di awal, dan baru tersadar ketika sudah di akhir, bahwa kita belum mengambil apapun dari kesempatan yang diberikan olehNya. Dan merasa yang berada di awal lebih baik dari pada yang berada di akhir, dan akhirnya pun kita tidak memilih kesempatan itu, karena merasa tidak yakin bahwa kesempatan itu akan menghantarkan kita pada kesuksesan.

Pesan dari ayahanda kepada anaknya

kau tak perlu tahu apakah dia yang terbaik untukmu, kau tak perlu tahu apakah dia yang terindah untukmu, kau tak perlu tahu apakah dia seperti yang kau pikirkan, kau tak perlu tahu siapa dirinya, kau tak perlu tahu apakah di depan sana ada yang lebih baik darinya, kau tak perlu tahu apakah dia paling cantik, kau tak perlu tahu bagaiman detail kepribadiannya, kau tak perlu tahu seperti apa pekerjaannya, kau tak perlu tahu apakah dia kaya, yang kau perlu tahu apakah dia memiliki agama yang baik. dan itu jauh lebih dari cukup. Jika kau memilihnya karena agamanya niscaya engkau dicukupkan olehNya.

Teruntuk wanita, yang akan menjadikan aku sebagai suami yang setia dalam
mengarungi bahtera pernikahan yang dilingkupi kebahagiaan dan diselingi dengan
penderitaan. Akhirat tujuan kekal kita, wahai yang akan mendampingiku dengan setia.
Aku tak tahu siapa dirimu dan aku tak tahu dimana engkau berada. Tapi aku yakin engkau
pasti ada. Hanya untukku. Yaa Allah, bimbing aku agar bisa menumakan bidadari
pendampingku.

(Hypnotician Muda)