Ada sebuah analogi yang menarik, jika Anda ingin buah apel yang baik dari sebuah pohon apel, maka bagian mana yang Anda berikan perhatian lebih banyak? Akar dan daun? Buahnya itu sendiri? Atau akar dan kawan-kawannya yang berada dibawah tanah? Sudah tentu yang mendapatkan perhatian lebih banyak untuk hasil buah yang maksimal adalah akar yang berada dibawah tanah dan itu tidak kelihatan.

Sama dengan konsep kecantikan yang kita bahas sekarang ini. Kecantikan seorang wanita sejatinya bukan berada difisiknya semata, tetapi berada jauh didalam lubuk hatinya. Kecantikan yang berupa fisik bisa pudar seiring berjalannya waktu, sedangkan hati yang cantik atau Inner Beauty seorang wanita justru akan semakin matang dan terus makin cantik sesuai dengan berjalannya waktu. Kebanyakan wanita akan mencari solusi diluar dirinya apabila mereka ingin lebih cantik. Padahal kecantikan yang sesungguhnya ada dalam diri sendiri. Banyak orang bersedia membayar puluhan bahkan ratusan juta untuk mengubah penampilan, membeli pakaian, kosmetik dan untuk membayar operasi plastik. Sayangnya mengubah penampilan secara fisik tidak serta-merta membuat Anda menjadi “cantik seutuhnya” karena kecantikan yang sesungguhnya datang dari dalam diri kita sendiri.

Pertanyaan mudah, kenapa wanita selalu ingin cantik? Setiap wanita memiliki sifat bawaan disamping factor lingkungan juga mempengaruhi, yaitu kebutuhan untuk tampil sempurna. Ya, sempurna sebagai ibu, pasangan, teman dan dalam profesi kesehariaanya. Dan hal inilah yang sering kali membuat para wanita stress, stress karena tuntutan dari dalam dirinya sendiri yaitu tampil sempurna, dan hal ini diupayakan dengan berbagai cara dari yang halal sampai tidak halal alias menyiksa diri sendiri (tidak memberi tubuh makanan sebagai energy yang telah membantu aktivitas seharian, mengurangi lemak dengan menyuntikan obat atau bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh).

“INNER BEAUTY” LEBIH PENTING
Miss universe 2003, Amelia Vega

Miss universe 2003, Amelia Vega mengatakan bahwa kecantikan yang muncul dari dalam diri seorang wanita jauh lebih penting. Selama ini, kita hanya terpaku pada kecantikan luar saja atau kecantikan yang dilihat dari segi fisik semata. Bahkan kita, baik disadari atau tidak, kita telah semena-mena membentuk kriteria cantik. Misalnya, wanita akan disebut cantik kalau tubuh tinggi, langsing, dan bahkan nyaris kurus, kulit putih, rambut hitam atau pirang, lurus, dan tebal, bibir merah, dan lain sebagainya.

Kriteria cantik itu yang membuat para wanita semakin menjadi makhluk konsumtif dalam hal kosmetik dan obat-obatan kimia hanya untuk memenuhi kriteria cantik. Padahal, kecantikan bukan hanya kecantikan fisik semata, bolehlah kita berupaya memenuhi kriteria cantik. Kita juga harus membuka hati dan wawasan kita bahwa hanya cantik secara fisik akan terkikis oleh masa. Ketika kita masih muda, anggaplah masih berada di usia 17-30 tahunan, kemudaan itu masih tampak. Misalnya, tak ada keriput dan juga tak ada uban. Bagaimana kalau kita sudah lepas dari usia muda dan beralih menjadi tua? Masih bertahankah kecantikan fisik kita? Kecantikan fisik tak akan bertahan lama, apalagi kalau kecantikan fisik kita tidak alami. Kita hanya akan semakin direpotkan dengan mempertahankan kecantikan fisik yang tidak alami itu.

“Cantik itu relatif, tetapi jelek itu mutlak – unknown”

Dari sudut pandang secara psikis, atau kejiwaan ada satu kebutuhan emosi dasar seorang wanita yang ingin terpenuhi, yaitu kebutuhan untuk diterima atau disetujui. Ini adalah salah satu kebutuhan dasar yang mendominasi wanita. Dan para wanita merasa diterima, jika mereka menjadi cantik. Dengan begitu kebutuhan mereka terpenuhi. Berapa dari Anda yang sering mendengar pasangan atau teman Anda bertanya “Aku sama si x cakep siapa? Gendut siapa? Sexy siapa?“ dan pertanyaan yang sama sampai diulang 3 kali.

Apakah ini perilaku yang salah? Tidak, ini masih manusiawi. Tidak ada yang salah, memang wanita begitu adanya, sudah sempurna dan tidak perlu diubah, hanya perlu diupgrade agar memaksimalkan potensinya. Dengan adanya pemahaman ini, harapan saya, sebagai kaum hawa dan adam juga saling mengerti dan memahami kebutuhan seorang wanita. Pemahaman ini sama seperti Anda yang tidak tahu bagaimana mengoperasikan sebuah alat elktronik baru, kemudian saya jelaskan cara kerjanya dan cara menggunakannya. Sekaligus saya berikan informasi bagaimana mengupgrade kemampuannya.

Tentunya kita pernah bertemu bahkan merasa nyaman dengan seorang wanita, yang tidak begitu cantik secara fisik tetapi kita merasa nyaman dan seperti bertemu dengan “soul mate” kita. Nah apakah itu? Ya itu adalah Inner Beauty yang memancar. Inner Beauty tidak bisa terlihat oeh mata tetapi bisa dirasakan, dan bisa sangat peka seperti kita mengecap rasanya pedas di lidah kita. maksudnya? Pernahkan kita mengalami situasi, kita masuk kedalam suatu ruangan dan dalam ruangan tersebut sedang terjadi konflik yang cukup hebat (bisa berupa amarah kedua belah pihak), tetapi saat kita masuk konflik berhenti. Seperti saat orangtua kita sedang berkonflik, tetapi tidak ingin anaknya tahu, tapi kita sebagai anak bisa merasakan adanya “getaran konflik” tersebut.

Ya, itulah cara menikmati Inner Beauty, tidak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan. Dan semakin usia bertambah, kecantikan yang berasal dari dalam ini akan terasa lebih “powerful” dan semakin indah. Seorang pria, pada dasarnya membutuhkan perasaan nyaman dari rasa yang ada di dalam diri wanita.

Sebagai seorang Family & Business Therapist saya beberapa kali menangani kasus klien saya yang hampir bercerai. Yang sering buat saya geleng-geleng kepala adalah, mereka ternyata pasangan yang sempurna bagi saya, karena terlihat cantik dan tampan. Masih muda pula. Apa yang mereka inginkan? Umumnya disini yang terjadi adalah masalah komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, nah masalahnya apa yang dikomunikasikan? Banyak hal, tetapi saya ingin kita fokus dengan topik bahasan kita. Intinya dalam sebuah rumah tangga seorang pria hanya sangat mendambakan seorang wanita yang mampu memberikan kasih yang tulus, seorang pria membutuhkan rasa nyaman secara emosional bukan sekedar nyaman secara pandangan mata mereka (melihat pasangannya cantik), pada saat telah menikah kecantikan sudah tidak terlalu berpengaruh penting, tetapi sikap atau attitude lebih penting. Nah, jika ada masalah disini (sikap) kita cuma tinggal tunggu waktu saja, jika tidak bercerai maka diusia lanjut bisa terjadi psikosomatis (penyakit karena gangguan emosi). Pada kasus didalam rumah tangga yang “tidak sehat”, kecenderungan istri menderita kangker lebih besar daripada istri yang hidup harmonis didalam rumah tangganya.

Begitu pula seorang pria sebaiknya mengerti, bahwa seorang wanita ingin mendapatkan pengakuan atau adanya kebutuhan akan penerimaan. Dan kia semua tahu bagaimana mereka melakukan dan mencari pengakuan tersebut, salah satunya dengan berdandan habis-habisan serta kebutuhan akan kosmetik serta perawatan tubuh yang banyak menghabiskan biaya. Solusinya bagi pria, berikan pujian yang tulus dan terima pasangan Anda apa adanya. Dengarkan saat mereka mengungkapkan “uneg-uneg” mereka, wanita tidak butuh solusi hanya dengan mengeluarkan dengan kata-kata saja sudah membuat seorang wanita jauh lebih nyaman. Jika seorang pasangan dapat melakukan tugas ini dengan baik maka, Anda membantu pasangan Anda untuk menumbuhkan potensi kecantikan yang sudah ada didalam dirinya. Dan cara itu dimulai dengan perubahan sikapnya.

Berikut sikap yang dapat ditumbuhkan agar seorang wanita memiliki Inner Beauty :

  • Mampu menerima dan berdamai dengan dirinya sendiri serta sesamanya
  • Jangan kecewa yang terlalu berlebihan
  • Usahakan untuk bisa mengagumi apapun
  • Jadikan kesabaran sebagai teman setia
  • Selalu berusaha untuk memahami siapapun
  • Selalu mengikuti hati nurani
  • Mampu berkomunikasi dengan santun kepada sesama dan diri sendiri
  • Percaya diri