Setelah menghabiskan waktu berpacaran, bertunangan dan akhirnya menikah. Adakah hal baru yang kita ketahui dari pasangan kita? Ya, setelah hidup bersama biasanya kita mengenal pasangan kita lebih “asli” lagi. Dari kebiasaannya dan perilaku yang tidak kita ketahui pada saat berpacaran dan bertunangan. Proses ini wajar adanya, karena kita akan mengenali pasangan kita saat kita hidup bersama, dan melihat serta mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui saat belum hidup bersama.

Umumnya, strategi apa yang sering kita gunakan untuk mengajak kerjasama pasangan kita? Ada 4 cara klasik yang sering digunakan. 4 cara ini sering kita ulangi untuk membentuk atau membantu pasangan kita menjadi dirinya yang terbaik, tetapi cara ini adalah cikal bakal runtuhnya rumah tangga, lho? Ya cara ini, pada mulanya digunakan dengan motivasi untuk kebaikan, tetapi hasilnya bisa “blunder” bagi tiap pasangan.

Ke 4 cara itu adalah :
1. Menyalahkan dan Menuduh
Kenapa kamu selalu begitu? Ada apa denganmu sebenarnya? Bisakah kamu melakukan sesuatau dengan benar? Lagi-lagi kamu melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat! Masalahmu adalah kupingmu tidak berguna tau!

2. Memberi Label
Dasar pelupa, bawa karung saja kalo pergi-pergi! Dasar ceroboh, pelan dikit kenapa sih! Hei, tukang dandan, 5 menit ngga selesai aku tinggal!

3. Mengancam
Kamu sentuh HP ku lagi, kamu akan rasakan akibatnya! Habiskan atau kamu tidak sarapan lagi besok!

4. Menguliahi dan Memarahi
Kamu kira itu baik, jika aku sedang telepon sabar kan bisa. Aku kan ngga konsen, sudah gede masak kayak anak-anak gini saja mesti diajarin. Dulu pernah diajarin sopan santun kan? Kamu sudah ngerti kan, kalo kamu bangun kesiangan terus aku yang telat, makanya kalo malem itu tidur ngga usah nonton dvd sampe larut. Sapa yang rugi kalo gini terus?

Kita semua tahu ke 4 jurus diatas pasti berhasilnya jika digunakan dengan tepat terhadap pasangan kita, tapi sayangnya perilaku yang kita harapkan berubah tidak dapat bertahan lama. Tau kenapa? Karena semua dilakukan dengan terpaksa, dan bukan keinginan dari dalam pasangan kita (Inner Motivation), serta perilaku tersebut tidak terulang jika ada pasangan saja. Jika tidak ada pasangan kita maka perilaku lama tetap terjadi.

Apa yang terjadi jika ke 4 cara tersebut digunakan dengan dalih membantu pasangan menjadi pribadi yang baik? Hmm.. pribadi yang baik atau kita yang ngga bisa menerima pasangan kita apa adanya, sehingga dia kita paksa berubah sesuai keinginan kita?

Yah, suasana hati pasangan kita tentu penuh dengan emosi negatif. Sebab hal itu akan memunculkan perasaan–perasaan negatif, harga diri yang rendah, perasaan tidak mampu, tidak penting dan tidak berguna. Lalu, tanpa cinta dan penerimaan dari pasangan maka tidak lama lagi perilaku negatif atau situasi yang tidak kondusif akan terjadi.

Ada cara dengan pendekatan yang baru, bagaimana membuat pasangan Anda melakukan dengan senang hati apapun yang Anda inginkan dari perubahan dirinya, atau apapun demi pasangannya dengan senang hati.

Caranya adalah:
1. Membuat Pasangan Kita Merasa Penting
Semua orang dewasa ingin merasa penting dan ternyata jika memberi mereka kepercayaan dan tanggung jawab, untuk suatu tugas yang menantang pun mereka akan melakukan sesuatu dengan upaya terbaik. Penyebab pasangan kita rentan terhadap perubahan adalah adanya perasaan merasa mereka “kecil” dan tidak penting. Seakan akan mereka adalah pihak yang diinjak-injak, dijajah. Seolah-olah kalah dalam pertarungan.
Contoh: sayang, ini akan sangat membantu jika kamu membantu membersihkan kotoran ini, dan aku tau cuma kamu yang bisa kuandalkan.Honey, aku percaya kamu besok bisa tepat waktu diacara wisuda Doni ya, aku tahu kamu tidak ingin mengecewakan Doni bukan?

2. Bicarakan Perasaan Anda
Seringkali pasangan kita melakukan sesuatu yang salah karena mereka hanya memikirkan diri sendiri dan belum menyadari bahwa tindakan itu berdampak pada orang lain. Umumnya pasangan kita mencintai dan peduli dengan kita. Nah, ketika mereka menyadari betapa mereka telah menyakiti perasaan kita, mereka akan lebih bersedia bekerja sama.
Contoh: daripada mengatakan, Kamu itu gimana sih, kok pulsa telepon tiap bulan naik terus. Boros banget sih! sebaiknya mengatakan, aku yang merasa cemas dan takut, jika biaya bulanan kita selalu terpotong untuk membayar pulsa teleponmu.

3. Jelaskan Masalahnya
Dengan menjelaskan masalahnya pada pasangan kita, justru kita tidak sedang menyerang mereka. Justru kita member kesempatan kepada dirinya untuk berpikir tentang tindakan yang telah dilakukannya. Dengan demikian, pasangan kita akan melakukan suatu kebiasaan baru untuk menyelesaikan masalah.
Contoh: daripada mengatakan, Kamu itu dengar kan, anjing peliharaanmu berisik. Mau menunggu sampai dia mati? Kamu sudah janji mau merawat peliharaanmu itu kan? sebaiknya mengatakan: Say, kelihatannya puppy laper tuh.

4. Memberikan Pilihan
Pada umumnya manusia tidak senang dikendalikan (disuruh-suruh), karena ini mengganggu kebutuhan emosional mereka dalam hal kebebasan. Ketika pasangan kita tidak diberi kebebasan maka ada kecenderungan berontak atau tidak peduli. Dengan memberikan pilihan dan memberikan kekuasaan untuk memilih kepada pasangan kita maka mereka akan lebih kuat dalam melakukan sesuatu atau komitmen pasangan kita jauh lebih kuat untuk melakukan sesuatu yang baru. Trik ini untuk memberitahu mereka tentang konsekuensi pilihan pasangan kita dan itu terserah kepada pasangan kita (membuat mereka merasa penting) untuk membuat pilihan yang tepat.

Contoh: daripada mengatakan, Cepat selesaikan tugas-tugasmu, kita mau pergi kapan jika menunggumu kerja terus!!! sebaiknya mengatakan, Kapan tugasmu selesai? Kasihan Doni yang sudah berharap agar dia bisa pergi bersama kita. Aku akan menjadwal ulang kepergian kita dengan saudaraku saja jika hal ini terulang lagi, Linda anak kakakku akan menjadi teman yang baik bagi Doni, jika kamu memilih lambat menyelesaikan pekerjaanmu.

Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk membantu kita semua untuk mewujudkan pasangan yang ideal dan keluarga yang harmonis, serta mudah sekali mencintai pasangan kita jika kita tahu caranya. Bagikan cara ini pada rekan dan orang-orang terdekat anda, sehingga kita hidup dilingkungan yang lebih baik dan harmonis.