Sering sekali orang bertanya pada kami, mengapa beberapa orang yang mendengarkan Audio Therapy mengalami hal-hal yang bervariasi dan merasakan hasil yang berbeda? Disini akan kami luruskan terlebih dahulu tentang penyebab hasil yang berbeda itu dan kami akan menjelaskannya secara singkat dan mudah dipahami.

Kami seringkali menerima telepon dan melakukan komunikasi offline, untuk membahas beberapa hal yang seringkali dipertanyakan, diantaranya:

  • “Kenapa teman saya cepat sekali turun berat badannya, padahal saya yang lebih dulu mendengarkan Audio Therapy”
  • “Kenapa si A, cepet sekali terlepas dari masalahnya, sedangkan saya malah semakin sumpek?”

Baiklah, tentunya ini akan menjadi pembahasan yang sangat menarik. Karena setiap orang yang menggunakan Audio Therapy kami jarang sekali bertatap muka dan berkomunikasi/berkonsultasi langsung dengan kami. Walaupun kontak dan komunikasi secara langsung dapat dan mungkin saja terjadi, tetapi kami tidak dapat mengenali dengan pasti sampai seberapa jauh kondisi psikis seseorang. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan analogi dibawah ini :

  • Dalam skala -10 sampai +10, anggaplah sukses dan berhasil lepas dari masalah adalah angka +10, dan -10 adalah hidup penuh beban dan masalah.

Kita tidak bisa mengetahui secara pasti kondisi seseorang, pada skala atau posisi berapa saat orang itu mendengarkan Audio Therapy. Jika seseorang yang berada diposisi -8 tentu hasilnya akan beda dengan yang start diposisi 2, yang berada di posisi 2 biasanya lebih cepat merasakan dan meraih hasil. Bukan berarti yang -8 tidak dapat merasakan hasil, yang diposisi -8 akan merasakan beban atau masalah masih ada, cuma sekarang berkurang dan jadi di -2, atau -1 bahkan 0. Pertanyaannya, apakah bisa jika -10 lalu bergerak cepat ke +10? Jawabannya BISA, dan ini tergantung dengan sikap mental dari orang itu sendiri. Sikap mental seperti apa? Sikap mental yang yakin dan percaya bahwa beban atau masalahnya bisa lepas, dengan bantuan Audio Therapy ini.

Dalam ilmu penyembuhan kita mengenal efek plasebo. Plasebo adalah sesuatu yang semestinya tidak berdampak dan berefek pada tubuh, misalnya tablet gula. Saat dokter mengatakan kepada pasien bahwa tablet itu sama efektifnya, yang terjadi adalah kadang-kadang plasebo itu memang berefek sama, bahkan berefek lebih kuat, dibandingkan obat yang sengaja dirancang untuk efek tersebut. Ketika seorang pasien berpikir dan sungguh-sungguh percaya bahwa plasebo itu dapat menyembuhkan, mereka akan menerima apa yang mereka percayai dan mereka akan sembuh.

Hal itu menunjukkan bahwa sikap mental seseorang berperan besar dalam proses penyembuhan dan kadangkala lebih besar daripada obat-obatan. Itulah yang membedakan efektivitas dan keberhasilan tiap-tiap orang dalam menggunakan Audio Therapy.