Kita mempunyai ribuan impian di dalam diri kita, dan terkadang kita merasa “wajib/harus” terlaksana, kita merasa yakin sekali bahwa itu dapat terealisasikan dalam hidup dan membuat kita jadi jauh lebih bersemangat untuk menghadapinya. Tapi yang mengenaskan adalah ketika apa yang kita harapkan itu tidak terlaksana, mungkin orang lain mengatakan itu gagal tapi saya sering mengatakannya itu bukan kegagalan tetapi itu adalah kesuksesan di sisi lain. Misalnya kisah sederhana ini. Seorang sahabat saya yang sedang mengendarai motor dari pamulang ke Jakarta Pusat untuk memberikan pelatihan disana, tetapi karena jadwal hari itu begitu padat, ia memacu motornya dengan cepat, tetapi di tengah perjalanan bannya mengalami kebocoran, dan dia pasrah bahwa ia telat untuk memberikan pelatihan itu. cukup jauh ia berjalan menuju tambal ban, dan secercah harapan di depan matanya terdapat tambal ban tetapi ia harus menunggu antrian dirinya, akhirnya tinggal menunggu satu motor yang harus di tambal, kemudian gilirannya, kemudian beberapa saat kemudian ada seorang bapak-bapak dengan menggandeng motornya dengan perasaan yang sangat kesal, mengatakan kepada tukang tambalnya agar ia duluan dikerjakan motornya karena ia terburu-buru menuju kantornya, dan sahabat saya memprotes tindakannya agar ia mendapat gilirannya, tetapi si bapak tadi tetap ngotot agar ia duluan . akhirnya sahabat saya dengan sedikit kesal duduk kembali karena tidak mau memperpanjang masalahnya agar si tukang tambalnyalah yang menentukannya, tidak lama ia duduk terlihat tabrakan hebat disana, dan si bapak tadi pun melihat tabrakan itu, kemudian kawan saya beranjak dari tempat duduknya dan melihat korban luka-lukanya yang sudah di tolong oleh orang lain. Akhirnya sahabat saya berkata kepada si bapak tadi bahwa sebuah paku kecil yang menancap pada motor bapak telah menyelamatkan bapak dari kecelakaan hebat di depan sana, coba jika ban bapak tidak tertusuk paku yang ada di sana dan bapak tetap melaju kencang dan bapak berada disana, menurut bapak apa yang terjadi di dalam diri bapak, tidak hanya bapak telat pergi kekantor bapak, tetapi bagaimana dengan keluarga bapak di rumah dan pekerjaan bapak yang lainnya, bapak telah beruntung tertusuk paku yang ada disana berarti Allah telah memberikan tanda bahaya kepada bapak agar tidak membawa kendaraan dengan sangat cepat karena dapat mencelakakan bapak dan orang lain maka sekarang bapak bersyukurlah Allah menyelamatkan bapak dengan sebuah paku yang menancab pada ban bapak. Dan ternyata si bapak menyuruh sahabat saya untuk duluan untuk menambalkan bannya dan ia juga merasa bersyukur bahwa kecelakaan itu tidak menimpa dirinya , dan setelah menambalkan bannya ia melaju kembali dengan kecepatan yang lebih pelan dari sebelumnya. Setelah sampai disana apa yang terjadi ternyata jadwalnya di rubah dan ia mengisi pada jam selanjutnya.
Mungkin ketika Allah mengambil sesuatu dari kita mungkin Allah sedang menyelamatkan yang jauh lebih besar dari apa yang diselamatkan, mungkin juga ketika memilikinya akan terjadi mudharat yang lebih besar, atau kita akan digantikan dengan yang lebih baik lagi. Intinya semua sudah ada yang mengatur.
Sesungguhnya yang baik menurutmu belum tentu baik bagi Allah, mungkin juga menurut Allah itu baik menurutmu tidak baik, yang kita impikan adalah menurut Allah itu baik dan menurut kita baik, Amin

Jika itu bukan yang terbaik ku yakin di depan sana ada yang terbaik menurut Allah dan menurutku
Hypnotician Muda.
02195280490