Ketika saat pelatihan ada seorang adik kelas (ikhwan) bertanya pada saya? Afwan Kak, kok beda yaa sikapnya kakak ketika dalam kesehariaannya seperti seorang anak kecil, nyantai, suka bercanda. Tetapi sangat beda sekali ketika kakak sedang memimpin sebuah organisasi atau memberikan pelatihan, saat kakak memimpin rapat, saat kakak membuat keputusan yang bijak diperlukan, kakak menjadi jauh lebih bertanggung jawab, lebih bijaksana, sangat tegas, disiplin, mampu memutuskan dengan cepat dan bijak, gaya bicaranya sangatlah berwibawa. Bahkan semua terdiam dengan keseriusan program yang dibuat bersama.

Jawaban saya adalah…

Setiap manusia itu mempunyai 3 ego dasar yaitu, ego child, ego adults, dan ego parents. Ego childs adalah sifat kasih sayang, memberikan kasih sayang, ataupun membutuhkan kasih sayang dari orang lain. Kadang ego childs yang membuat kita bersifat seperti layaknya seorang anak-anak, bermanja-manjaan, ingin diberikan perhatian, kadang ingin diberikan masukan oleh orang lain tentang masalah-masalah yang dimiliki dirinya. Ego adults adalah kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dan data yang tersedia yang didapat dari lingkungan untuk menetapkan sebuah keputusan di dalam dirinya. Dan ego parents adalah mentaati norma-norma yang berada di masyarakat. Biasanya ego parents bersifat sangat bijaksana dan sesuai dengan lingkungan dan agama, misalnya sifat jujur, bertanggung jawab, rajin, tekun, kerja keras, cerdas, wibawa,bijaksana dan lainnya. Mungkin teman-teman pernah mendengar nasihat yang positif dari seorang anak kecil misalnya “ kalau main tidak boleh nakal kalau nakal nanti Allah marah lo” atau “Tidak boleh berantem sama teman dan kita harus saling menyayangi”. Bahkan seorang anak kecil dapat berkata bijak pada orang dewasa ini menandakkan pada anak kecil sekalipun terdapat ego parents. Kadang pada istri ataupun suami mengedepankan ego childs untuk saling berkasih sayang, tetapi di lain sisi unntuk memutuskan hal yang penting maka keluarlah ego parents pada si suami dan istri.

Wajar ketika seorang laki-laki dalam kesehariannya terlihat santai, suka bercandaan, seperti layaknya anak kecil itu akibat dari ego childsnya, tetapi ketika dia dihadapkan sebagai seorang pemimpin maka kebijaksanaan dan kemampuan pemimpinnyalah keluar.

Jadi kita tidak bisa melihat apakah seseorang itu dapat memimpin dengan baik, ketika ia tidak sedang menjadi seorang pemimpin atau pada kesehariaan, kita bisa melihat seseorang memiliki kepemimpinan yang baik saat ia sedang memimpin sebuah organisasi dan kita ada di dalamnya, apakah ia bertanggung jawab, apakah ia dapat tegas, apakah ia menjadi suri tauladan misalnya datang tepat waktu, apakah ia dapat membuat keputusan yang tepat dan disaat yang tepat, dsb.