Ane bangga dengan kau akhi Khalid, seorang sahabat yang luar biasa, yang banyak mengajarkan ane tentang dakwah yang sebenarnya. Ia seorang perantau dari Jawa Tengah dan menjadi seorang ketua LDK yang luar biasa, di tanganmu strategi dakwah jauh lebih baik, kau tunjukkan dengan kesederhanaan yang kau miliki, kau bekerja tapi kau tak melupakan dakwah yang ada di pundakmu, kau bekerja sebagai seorang penulis di media cetak, tapi yang kau tuliskan itu sebenarnya adalah dirimu, tapi kau menulis dengan tokoh utamanya menggunakan nama orang lain untuk menunjukkan kezuhudanMu pada Allah, kau membayar kuliah sendiri dari hasil keringatmu sendiri, ditemani dengan sepatu yang sudah tipis kau berdakwah, dan baju yang seadanya, mungkin bajumu tak lebih dari jumlah jari-jari tanganmu, bukannya kau tak mampu membeli pakaian yang lebih baik, sepatu yang lebih bagus, tapi uang yang kau kumpulkan untuk membiayai dakwahmu. Ku pernah menemuimu di tengah jalan sedang memberikan baju pada anak-anak jalanan dan mengajaknya ke halaqoh yang kau bina, kau membina mereka dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hatimu, kau seperti sinar di dalam hati-hati mereka (anak-anak jalanan), mereka merasa sangat bahagia ketika menerima cahaya ilahiah yang kau berikan pada mereka, kau mendidik mereka seperti kau mendidik anakmu sendiri, terlihat kau sangat bersedih dan merasa kehilangan ketika ada seorang binaanmu yang mengalami kecelakaan, kau mengetahuinya ketika ada seorang binannmu yang sudah 2 minggu tak datang dalam halaqohmu, kemudian kau menemuinya dengan bawa makanan ditanganmu untuk binaanmu, kau mencarinya berkeliling di lampu merah tapi kau tak menemuinya hingga kau merasa lelah mencarinya dan beristirahat di warung kopi untuk sekedar melepas dahagamu, kemudian kau bertanya dengan penjual diwarung, tentang anak itu, dan si penjual mengatakan bahwa dua minggu yang lalu anak itu terjadi tabrak lari, dan anak itu meninggal dunia. Air mata kau pun mengalir deras dipipimu, kau bagaikan kehilangan tentara Allah yang sangat berharga. Kau tak hanya membina anak-anak jalanan ibu kota, tapi dengan cahaya ilahi dan kelembutan hatimu kau juga membina preman-preman yang ada di wilayahmu, kau sebagai inspirasiku dalam hal pengembangan dakwah, binaanmu tak hanya anak-anak jalanan, preman, kau juga membina di kampus dan beberapa sekolah. Namamu begitu harum tapi tak banyak yang mengetahui siapa dirimu, mungkin itu karena kesederhanaanmu. Kau selalu berkata pada sahabat-sahabatmu, janganlah kau mengatakan dirimu sibuk ketika kau sempat membicarakan orang lain disela-sela waktumu, itu lah yang sering dikatakannya kepadaku setiap perjumpaanku dalam dakwah bersamanya. Aku iri denganmu dalam hal berdakwah, kau bisa saja menjadi kaya dengan usahamu yang kau jalankan, kau bisa saja disukai banyak wanita dengan kegagahanmu, kau bisa saja memiliki jabatan yang tinggi dengan kewibawaanmu, tapi kau tidak memilih itu semua, kau memilih kezuhudan pada Allah. Akupun iri melihatmu ketika Allah memberimu bidadari yang sangat shalehah untuk menemanimu dalam dakwah, bidadari yang sama dengan dirimu, dalam hal kecintaan pada dakwah. Bidadari yang disukai oleh ikhwan-ikhwan di kampusnya, bidadari yang disukai oleh para hafidz, bidadari yang disukai oleh para pejuang-pejuang dakwah, tapi bidadari itu memilihmu. Banyak sekali yang sudah melamar bidadari itu, ada seorang pejabat tinggi, hafidz, , dan pejuang dakwah lainnya, tapi bidadari itu memilihmu dengan alasan bahwa kau mengamalkan apa yang kau, baca, hafal, dan fahami. Bidadari yang luar biasa, kekayaannya tak membuat ia lupa pada Allah, digarasinya terdapat mobil-mobil mewah tetapi bidadari itu memilih berjalan kaki di dalam dakwahnya, tak ada yang tahu bahwa bidadarimu seoranga anak ulama dan pejabat besar di negeri ini, karena kesederhanaan yang ia tampilkan sama seperti dirimu akh Khalid.

Kau sudah lama mengenal bidadari itu, tapi kau begitu hebat penjagaan hatimu. Untuk tidak terkena
VMJ, dan bidadarimu dapat menjaga hatinya sebelum waktunya, hingga suatu saat para murobimu menjodohkan kau berdua dalam ikatan yang suci.

Selamat untuk Akhi Khalid S.H dan ukhti Zahira Farah (maaf lupa gelarnya). Semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah dan Warahmah. Semoga aku juga mendapatkan bidadari sepertimu walaupun aku tak sebaik dirimu.