Tauladan
oleh Rahmat Budhiaji pada 08 Agustus 2010 jam 23:52
Tulisan ini dibuat saat pelatihan bersama teman-teman dari 33 propinsi pada acara Menpora, ada sebuah kisah yang menarik disana, ketika seorang kawan yang bernama Ghazali (rekan sesama trainer), saya sering memanggilnya Bang Ghoz , kemampuan memahami anak-anak luar biasa dahsyatnya banyak sekali anak-anak yang merasa nyaman ketika berbincang dengan Bang Ghoz, kebetulan saya sekamar dengannya, dan pada setelah makan Bang Ghoz berbeda dengan trainer lainnya, dia memberikan contoh yang sangat baik kepada saya, ternyata dia mencuci piringnya sendiri tidak ada yang menyuruh atau keharusan untuk mencuci piring sendiri, dan sebenarnya ada petugas tersendiri untuk mencuci piring, tetapi bang Ghoz tetap mencuci piringnya sendiri, dan pada bang Ghaz saya bertanya” bang kok nyuci sendiri, taro aja nanti juga ada yang nyuci?”, kemudian bang Ghaz mengatakan “ ini kan saya yang menggunakannya” sambil asyik membilas piringnya, ia menceritakan sosok gurunya yang melakukan hal yang sama ketika ia bersama-sama turun di Aceh saat Sunami, ia bercerita juga bahwa ada sekolah yang menerapkan bahwa piring yang digunakan oleh murid-murid dan guru-guru harus dicucinya sendiri.
Terkadang kita untuk melakukan hal yang kecil saja, menyuruh atau mengandalkan orang lain, padahal kita masih bisa melakukannya sendiri. Dan bertanggung jawab apa yang kita lakukan…
Trainer tidak dilihat saat penampilannya saja di depan panggung dengan ribuan kata-kata mutiaranya, tetapi trainer yang sesungguhnya adalah menjadi tauladan dalam kesehariannya.

Thx bang Ghoz